Header Ads

Proyek Kereta Cepat Ganggu Lingkungan Hidup

loading...
PortalHijau.com - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dinilai melanggar Undang-Undang Lingkungan terutama analisis dampak lingkungan (amdal).

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengungkapkan, kabarnya dalam radius 40 kilometer pada setiap stasiun akan didirikan komplek perumahan kelas menengah atas. Artinya, selain berdampak pada lingkungan, nilai keekonomian dari proyek itu tidak dapat dirasakan masyarakat. Meski sejak awal pemerintah menegaskan proyek tersebut akan memberikan multiplier effect, terutama bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Ini jelas tidak memberikan efek ekonomi apapun bagi masyarakat. Masyarakat yang dimaksud di sana hanya masyarakat mampu. Nah masyarakat biasa bagaimana," kata aktivis Walhi Muhammad Nasrul dalam diskusi 'Pro Kontra Kereta Cepat' di Gedung Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Jumat (5/2).

Dia menjelaskan, dampak lingkungan yang bakal melanda masyarakat dari proyek kereta cepat adalah ancaman terhadap sumber daya alam, khususnya ketersediaan air bersih. Proyek mengharuskan adanya pengalihan fungsi ribuan hektar lahan tanam sawah di Karawang, Jawa Barat.

"Perairan di Walini yang mengairi lima kabupaten akan berkurang. Pembangunan tidak berpengaruh memang tapi efeknya mengancam ketersediaan air," jelas Nasrul. [wah/rmol, foto : beritatrans] 

Diberdayakan oleh Blogger.