Header Ads

Tau kah Kamu, Ternyata Limbah Singkong Dapat Dijadikan Biostarter Kompos

loading...
Dosen Pascasarjana dan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) mewujudkan impian masyarakat dengan melakukan kegiatan berupa pengolalahan limbah singkong. Kegiatan ini digelar di Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar.

Limbah Singkong - Kecamatan Jatipuro sendiri dikenal sebagai penghasil utama singkong di Kabupaten Karanganyar, tetapi belum dapat memanfaatkaan limbah singkong yang ada.

“Sesungguhnya aneka bentuk limbah singkong yang dihasilkan masih mengandung value berharga untuk dimanfaatkan. Antara lain dapat diolah menjadi produk pangan nata de cassava dan menjadi biostarter kompos seperti yang dirancang oleh Tim Peneliti UNS dalam upaya transfer teknologi kepada masyarakat petani,” ujar ketua tim pelaksana Prof. Vita Ratri Cahyani, seperti yang dilansir dari uns.ac.id, Kamis (14/11/2019).

Kulit singkong yang telah menjadi limbah tersebut memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang sangat berguna dalam fermentasi pembuatan nata de cassava.

“Limbah yang berupa kulit singkong ada 2 lapis yaitu kulit bagian dalam yang tebal berwarna putih, dan kulit luar yang berwarna cokelat yang lebih tipis dan mudah mengelupas. Kulit singkong yang putih bagian dalam mengandung cukup karbohidrat dan protein yang dapat berfungsi sebagai sumber energi dan sumber nutrisi bagi Acetobacter xylinum dalam proses fermentasi pembuatan nata de cassava,” imbuhnya.

Selain mengolah limbah, ternyata masyarakat bersama anggota KWT diajak untuk menghitung hasil dari produksi yang dilakukan tiap bulannya dari pengolahan limbah singkong ini. (rzy)

Penulis: Hairunnisa | Okenews
Diberdayakan oleh Blogger.