Header Ads

Warga Minta Sungai Simpang Kapal Dikeruk

loading...
Warga Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, meminta Pemerintah Aceh melakukan pengerukan terhadap Sungai Simpang Kapal dan beberapa alur lainnya karena air mudah meluap ke pemukiman penduduk pada saat hujan lebat.

Pemuda Manyak Payed, M Wahyuddin kepada Serambi, Rabu (20/4) mengatakan, mudahnya terjadi banjir di Kecamatan Manyak Payed disebabkan Sungai Simpang Kapal mulai dari Desa Alur Baung sampai Desa Raja Tuha sepanjang 12 km kondisinya dangkal tertimbun endapan erosi yang dibawa air.

Begitu juga kondisi alur lainnya yang juga dapat mencegah terjadi banjir sepereti alur di Desa Tualang Baro sampai Desa Simpang Lhee sepanjang 5 km, alur dari Paya Kulbi sampai Desa Pahlawan selanjutnya menuju Desa Menasah Paya sepanjang 11 km. Selain itu, alur Pateng Desa Bandong Jaya sampai Kampung Baro sepanjang 8 km kondisinnya juga dangkal dan dan sempit serta ditumbuhi semak belukar.

Pada saat hujan lebat turun dengan mudah alur dan sungai banjir sehingga air meluap ke pemukiman warga. Kondisi sungai saat ini hanya berjarak dua meter dari sekolah Lhok Medang Ara dikhawatirkan jika terus dibiarkan, tebing sungai akan mengikis areal sekolah. “Warga berharap Pemerintah Aceh segera mengeruk alur dan sungai tersebut serta dibuat tanggul, sehingga air dapat mengalir dengan lancar,” ujarnya

Air yang mengalir ke sungai dan alur berasal dari bukit. Pemerintah Aceh harus turun tangan karena dibutuhkan baiya besar untuk membiayai pengerukan dan pembuatan tanggul Sungai Simpang Kapal.(md)

Sumber : Serambi Indonesia Thu, Apr 21st 2011, 09:19
Diberdayakan oleh Blogger.