Header Ads

Cara Mudah Mencegah Organisme Pengganggu Tanaman Secara Alami Menggunakan Predator Dan Parasitoid

loading...
Dalam dunia pertanian persoalan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) ini memang tidak ada habisnya. Mulai dari ulat pemakan daun, kutu aphids, dan ulat grayak sering menyerang aneka jenis tanaman di lahan. Namun jangan khawatir, serangan hama tersebut dapat Anda cegah dengan memanfaatkan keberadaan predator dan parasitoid.

Tips - Dengan manajemen yang baik, tanpa bantuan obat-obatan kimia pestisida lahan Anda bisa terbebas sepenuhnya dari OPT.

Pada dasarnya untuk mengendalikan populasi hama dibutuhkan musuh alami yang sesuai. Di mana musuh alami bagi OPT adalah serangga predator dan parasitoid.

Larva dari serangga predator dan parasitoid tersebut akan memakan atau menggunakan mangsanya (ulat) sebagai inang.

Sayangnya ketika obat-obatan pestisida kimia digunakan di lahan, serangga predator dan parasitoid ini juga akan ikut terbunuh. Bahkan pada beberapa kasus diperparah dengan terjadinya mutasi genetik pada OPT, sehingga resisten terhadap obat kimia pestisida.

Kondisi ini mengakibatkan serangan OPT menjadi sulit untuk dikendalikan. Pada akhirnya terjadilah gagal panen dalam sekala besar.

Untuk itu perlu kiranya mengkondisikan lahan agar sesuai dengan habitat serangga predator dan parasitoid supaya bisa berkembang biak di lahan.

Berikut 3 elemen penting yang harus disediakan;

1. Tersedia makanan yang cukup
Makanan utama serangga predator dan parasitoid adalah nectar dan pollen. Serangga dewasa membutuhkan bahan makanan tersebut sebagai sumber energi untuk terbang dan bereproduksi kemudian bertelur.

Jenis tanaman refugia penghasil nectar dan polen diantaranya; bunga matahari, kenikir (marigold), aster, queen anne’s lace atau tanaman bunga wortel liar, cosmos, dandelion, daisy, seledri dan parsley. 

Selain itu bunga yang dihasilkan oleh tanaman sawi juga disukai oleh serangga predator dan parasitoid.

Anda dapat menanam refugia tersebut di sela-sela tanaman utama. Atau bisa juga dengan membuat bedengan yang dikhususkan untuk menanam refugia.

Ketika sumber makanan cukup tersedia di lahan, maka serangga predator dan parasitoid dapat berkembang biak dengan baik.

Telur-telur yang dihasilkan itulah yang nantinya akan menjadi larva, di mana makanan utamanya adalah OPT.

2. Sumber air
Seperti halnya binatang besar, serangga predator dan parasitoid juga membutuhkan air untuk minum. Maka dari itu buatlah kolam kecil yang diisi dengan batu-batuan.

Dengan adanya sumber air di lahan, serangga tidak perlu terbang keluar dari kebun Anda.

3. Shelter atau tempat berteduh
Serangga dari jenis arthropoda seperti kumbang, dan laba-laba kebanyakan aktif di malam hari. Pada saat siang hari serangga jenis ini akan bersembunyi di balik bebatuan, kayu dan tanaman semak.

Anda dapat menyediakan tempat berteduh bagi serangga ini dengan cara meletakkan bebatuan secara acak di beberapa titik dekat bedengan.

Sebagai catatan waktu terbaik untuk menyiapkan 3 elemen tersebut adalah sebelum dilakukan budidaya tanaman sayuran.

Dengan begitu saat tanaman sayuran anda mulai tumbuh, serangga predator dan parasitoid sudah mulai berkembang biak di lahan. Sehingga serangan hama OPT dapat dicegah lebih dini.

Nah, terus apa saja jenis serangga predator dan parasitoid yang bisa mengendalikan OPT ?

Setidaknya ada 4 jenis serangga predator dan parasitoid penting pengendali OPT, antara lain;

1. Lady bug 
Banyak yang menyebutnya dengan nama kepik. Serangga ini memiliki ciri berbentuk bundar dengan punggung berwarna merah berbintik hitam. Sedangkan larva lady bug berwarna hitam dengan garis merah. 

Di mana makanan utamanya berupa serangga kecil aphids.

Beberapa penelitian menyebutkan dalam sehari satu larva lady bug dapat memakan 50 aphids.

Untuk itu serangga ini sangat efisien dalam menekan pertumbuhan aphids yang sering merusak tanaman sawi-sawian (Brassicae).

Jenis tanaman refugia yang dibutuhkan; bunga matahari, marigold, dandelion dan wortel liar. Nantinya lady bug dewasa akan meletakkan telur-telurnya di bagian bawah daun.

2. Lacewing
Serangga ini memiliki sayap transparan berwarna kehijauan. Larva lacewing dikenal juga dengan istilah aphids lion karena kebiasaannya memangsa hama aphids dan mites dalam jumlah besar.

Tidak terkecuali telur-telur hama yang berukuran juga menjadi santapan serangga yang satu ini. 

Jenis tanaman refugia yang dibutuhkan; cosmos dan dandelion

3. Lalat Tachinid
Serangga lalat ini merupakan jenis serangga parasitoid. Lalat tachinid dewasa membutuhkan banyak nectar dan polen.

Nantinya lalat tachinid akan meletakkan telurnnya di dalam tubuh inang.

Beberapa ada yang meletakkan telur di dedaunan. Ketika daun tersebut dimakan oleh ulat, maka telur akan menetas di dalam tubuhnya.

Nantinya larva ulat tachinid akan memakan bagian dalam tubuh inangnya. Dengan kemampuannya itulah lalat tachinid sangat efektif dalam membunuh ulat daun dan ulat grayak.

Jenis tanaman refugia yang dibutuhkan;  bunga bawang, parsley dan wortel liar.

4. Kumbang dan laba-laba
Kumbang juga memiliki peranan penting dalam menekan serangan hama ulat grayak. Serangga ini aktif memangsa ulat grayak yang muncul dari dalam tanah.

Tidak seperti serangga terbang lainnya, kumbang aktif di permukaan tanah. Untuk itu sediakan tempat persembunyian dari bebatuan dan semak-semak seperti tanaman parsley dan leguminosa.

Dengan mengetahui kebutuhan serangga predator serta parasitoid tersebut maka Anda dapat mengkondisikan lahan agar sesuai dengan habitatnya. Sehingga nantinya serangan OPT dapat diminalisir dan dicegah secara alami tanpa perlu menggunakan obat-obatan kimia pestisida.

Daftar Pustaka:

  • Hoffman, F. Permaculturenews (2014). Plants that attract beneficial insects
  • The Denver Post (2013). Bugs to hug: 5 beneficial insects and how to attract them
  • Albert, S. Harvesttotable (2019). Ground beetle beneficial insects
  • Haddley, D. ThoughtCo (2019). Bugs with benefits are a green thumb’s best friend
  • Veggiegardener (2010). How to attract beneficial insects
Diberdayakan oleh Blogger.