Header Ads

Di Kalimantan Utara Saat Ini, Sedang Terjadi Kekeringan Air Baku

loading...
Di saat pemerintah fokus menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah, Kawasan Kampung Bugis, Tarakan, Kalimantan Utara yang merupakan tetangga Kalteng diuji dengan kekeringan air baku.

Krisis Air Baku - Kawasan Kampung Bugis, Tarakan mengalami krisis air baku dikarenakan embung Binalatung yang terletak di Kampung Satu Kota, Tarakan tidak dapat beroperasi maksimal akibat kekeringan.

"Sehingga embung Binalatung tak mampu menyuplai air ke kawasan Kampung Baru dan Kampung Bugis selama tiga minggu ini," kata Plt Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan, Sudarto di Tarakan, dilansir Antara, Sabtu (21/9).

Dia menjelaskan embung Binalatung saat ini hanya menyisakan aliran-aliran air yang terbuang dari pintu DAM embung Bengawan yang kemudian ditangkap untuk kebutuhan air masyarakat yang tinggal dekat lokasi embung Bengawan.

“Embung Bengawan sudah tidak bisa dipompa untuk kawasan Kampung Bugis, karena airnya sudah habis," tambah Sudarto.

Kondisi embung Binalatung yang tidak bisa diambil lewat pompa, hanya bisa lewat pembuangan air dari pintu DAM.

Dalam melakukan proses pemompaan air pun, PDAM menggunakan alat pompa dengan kecepatan 150 meter per detik untuk kebutuhan wilayah Timur, termasuk kawasan Skip, Kampung Empat, Mamburungan, Kusuma Bangsa dan Kampung Satu.

“Kalau daerah puncak, mohon dimaklumi karena dari sisi air baku tidak ada, sehingga kami sulit menyuplai air,” katanya.

Namun tiga embung lainnya masih dapat mneyuplai air, seperti embung Bengawan, embung Persemaian dan Rawasari. Sehingga dalam hal ini, ketiga embung tersebut masih dinyatakan aman.

Permasalahan sudah disampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan Indulung, kemudian memberikan jangka pendek seperti melebarkan sungai.

“Tapi yang sangat tepat itu adalah aliran dari Undulung bisa cepat sehingga bisa terbantu keseluruhannya. Kami mengusulkan agar nanti di 2020 dari embung Rawasari bisa ditarik pipa untuk produksi air baku," kata Sudarto.

Terkesan Lambat
Sementara di Gorontalo, DPRD Gorontalo Utara, meminta Pemerintah Kabupaten memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana air bersih.

Anggota DPRD Gorontalo Utara Matran Lasunte mengatakan yang terjadi saat ini penanganan krisis air bersih termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gencar dilakukan saat musibah terjadi.

Hal itu penting agar penanganannya berbentuk antisipatif. Alhasil kata dia, kerepotan pun terjadi dimana-mana, bahkan Pemkab dihadapkan dengan tudingan lambatnya penanganan.

Karena itu, kata Matran, DPRD mendorong Pemkab untuk memprioritaskan pembangunan sarana prasarana sumber air bersih, termasuk melakukan perbaikan manajemen pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM), agar pelayanannya dapat maksimal di hari-hari biasa, serta saat krisis air terjadi, termasuk untuk kepentingan penanggulangan Karhutla.

Penulis: Syahrul Munir | Valid News
Diberdayakan oleh Blogger.