Header Ads

Hutan Tidak Lagi Berfungsi Sebagai Paru - Paru Dunia

loading...
Belum lama ini ilmuwan mencatat, hutan Bumi lebih banyak memproduksi gas rumah kaca ketimbang menyerapnya. Fenomena ini terutama diamati ketika cuaca kering ekstrim melanda. Tapi apa dampaknya bagi perjuangan manusia melawan perubahan iklim?

Hutan Konservasi - Musim panas 2018 sejumlah negara di Eropa dilanda gelombang panas dan kebakaran. Beberapa negara seperti Yunani dan Swedia meminta bantuan dari Uni Eropa untuk memadamkan kebakaran hutan di wilayahnya.

1. Panas Membara di Eropa

Kebakaran hutan di YunaniPada Senin (23/7) malam terjadi dua kebakaran besar di dekat Ibukota Athena. Api terlihat membakar hutan di wilayah kota Rafina. Petugas pemadam kebakaran kesulitan mengendalikan api hingga kemudian menjalar ke pemukiman penduduk. Warga dan turis pun harus dievakuasi dari kota yang menjadi tujuan wisata pantai itu melalui jalur laut.

Satu desa hangus
Sementara itu, gambar udara menunjukkan rumah-rumah hangus terbakar di desa bernama Mati dekat ibukota Athena, Yunani. Ribuan warga kehilangan rumah dan harta benda. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyatakan ini sebagai tragedi nasional.

Tidak ada yang tersisa
Seorang Perempuan tampak berusaha menemukan anjingnya di antara puing dan abu kendaraan di desa Mati, Selasa (24/7). Menurut pejabat setempat, total korban tewas hingga Kamis (26/7) mencapai 81 jiwa. Kebakaran hutan di Yunani pada musim panas memang biasa terjadi, tetapi ini adalah yang paling mematikan.

Operasi pemadaman kebakaran hutan terbesar
Kebakaran hutan juga terjadi di Ljusdal, Swedia, selama beberapa hari. Uni Eropa mengatakan ini adalah misi bersama terbesar dalam memerangi kebakaran hutan. Christos Stylianides, komisioner Uni Eropa untuk bantuan kemanusiaan dan pencegahan krisis mengatakan bahwa kebakaran di Swedia adalah bukti bahwa "perubahan iklim itu nyata dan tidak ada negara yang kebal terhadap bencana alam."

Terbakar habis
Sisa pepohonan di sebuah hutan di Swedia yang habis terbakar, Minggu (22/7). Swedia mengalami masalah kebakaran hutan yang cukup serius dalam beberapa dekade terakhir. Tahun ini pemerintahnya sampai meminta bantuan dari pihak militer, ratusan relawan dan negara Uni Eropa lain untuk mengatasi masalah ini.

Gelombang panas di Jerman
Warga berusaha menyejukkan badan dengan duduk di tepi air mancur di kota Bonn, Jerman. Gelombang panas melanda Jerman dengan suhu mencapai 38 derajat Celsius. Di negara bagian Sachsen-Anhalt petugas pemadam kebakaran bahkan harus mengambil air dari sebuah kolam renang lokal karena kurangnya pasokan.

Landasan pesawat rusak
Landasan di bandara udara Hannover di Jerman rusak berat akibat gelombang panas yang juga melanda Jerman. Ratusan penumpang terpaksa menunggu di bandara karena beberapa penerbangan tertunda. Menurut juru bicara bandara, peristiwa ini telah mengganggu 41 penerbangan yang dijadwalkan meninggalkan Hannover pada Selasa (24/7) malam.

Kebakaran lahan pertanian di Jerman
Udara yang panas dan kering membuat sejumlah hutan dan lahan pertanian di Jerman ikut terbakar. Pada awal Juli kebakaran melanda sekitar 100 hektar hutan dan lahan pertanian di Storkow, Brandenburg, Limsdorf. Api berhasil dijinakkan setelah pemadam kebakaran bekerja selama 13 jam.

Kebakaran dan penebangan hutan adalah perusakan hutan yang sistematis. Peneliti memperingatkan tanah hutanlah yang menanggung beban terberat untuk benar-benar teregenerasi.

2. Tanah Hutan Butuh Puluhan Tahun Untuk Pulih dari Si Jago Merah

Tertimbun di bawah permukaan yang hitam
Ketika Yunani tengah bersedih atas kebakaran hutan yang menelan sebanyak 80 korban jiwa musim panas lalu, para peneliti dari Australian National University (ANU) menemukan bahwa tanah hutanlah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk pulih dari keganasan api. Para ilmuan hanyalah awal untuk mengerti bagaimana dan sejauh mana api berdampak pada kehidupan di bawah permukaan hutan. 

Tanah butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk pulih
Ilmuwan Australia dalam studi terakhirnya menemukan bahwa pemulihan tanah hutan akibat kebakaran membutuhkan waktu 80 tahun dan 30 tahun akibat pembabatan pohon. Meneliti di lebih 80 lokasi area perhutanan di tenggara Australia, para peneliti menguji lebih dari 700 sampel tanah yang mengalami sembilan tipe kerusakan berbeda – termasuk kebakaran, pembabatan, dan penebangan pasca kebakaran.

Enam bulan berlangsung
Enam bulan pasca kebakaran hutan mengepung area di barat daya Berlin pada musim panas 2018, sebagian besar dari tanah yang terdampak telah dibersihkan. Banyak dari pepohonan yang tersisa menjadi hitam. Para ilmuan percaya selain kebakaran hutan itu sendiri, pascakebakaran bisa mengakibatkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak panjang pada tanah hutan.

Intervensi manusia menggangu siklus alam
Di banyak tempat, kebakaran hutan adalah bagian penting dari siklus alam. Beberapa pohon, seperti eucalyptus, membutuhkan api untuk melepas bibitnya. Peneliti mengatakan bahwa api akibat kebarakaran yang baru saja terjadi sebetulnya bisa menyuntikkan nutrisi dalam jumlah banyak ke dalam tanah. Tetapi, kekeringan yang berkepanjangan, penebangan dan pemadaman api bisa merusak siklus alami ini. 

Ekosistem kuno memusnahan sampai ke dasar
Pinhal de Leiria, hutan di Portugal berusia 700 tahun ini musnah ketika kebakaran menghantam sepenjuru Eropa pada musim panas 2018 lalu. Delapan puluh persen dari area hutan – rumah bagi serangga, burung dan mamalia – hancur mengenaskan. Terlepas dari bantuan relawan lokal, tetap saja untuk regenerasi tanah butuh waktu setengah abad.

Hilangnya nutrisi pentingSelama kebakaran berlangsung, suhu tanah bisa mencapai 500 derajat celcius, memicu hilangnya nutrisi pertumbuhan, seperti fosforus, karbon organic dan nitrat. Tanah hutan jauh lebih sulit untuk pulih jika kebakaran terus terjadi di lokasi yang sama. Tanpa nutrisi tersebut, tanah tidak akan mampu untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan menyimpan karbon.

Hilang tanah, hilang kehidupanTanah adalah hal yang esensial untuk ekologi hutan. Tanah adalah fondasi bagi kehidupan bawah tanah . Ilmuwan menyatakan manfaatnya bagi pertumbuhan tanaman, menutrisi komunitas seperti jamur dan bakteri. Mereka menyimpan karbon dalam jumlah banyak.

Bukan hanya apiBukan hanya api yang merusak komposisi tanah. Pembabatan hutan dengan mesin dan pembakaran puing-puing sisa penebangan juga berdampak. Penebangan berdampak pada terpaparnya permukaan tanah hutan, pemadatan tanah, pelepasan nutrisi tanah dan karbon dioksida ke atmosfer.

Tahun-tahun panas menantiHutan Treuenbritzen di Jerman hanyalah bayangan dari kejayaan terdahulu. Hampir seluruh pohon yang ada adalah batang yang berabu dan tanah hutan menjadi hitam. Hutan ini tengah menghadapi masalah serius untuk bisa regenerasi. Kekeringan menjadi ancaman bagi kebakaran hutan selanjutnya dan menjadikannya sebagai siklus lain dari hutan untuk bisa tumbuh kembali.


Penulis: D W Made For Minds
Diberdayakan oleh Blogger.