Header Ads

Inilah Penjelasan Para Ilmuwan, Mengapa Hewan Laut Mengira Sampah Plastik Adalah Makanan

Girls, permasalahan tentang sampah plastik memang jadi salah satu isu yang sedang hangat diperbincangkan, ya!

Kejahatan Lingkungan - Enggak heran, berbagai gerakan anti penggunaan plastik pun semakin sering digalakkan ya, girls.

Bukan rahasia lagi kalau banyak hewan laut yang mati akibat sampah plastik di laut. Seperti salah satu kasus mengejutkan yang terjadi beberapa waktu lalu, yaitu kematian paus sperma dengan berbagai sampah plastik ditemukan dalam perutnya. Sedih banget!

Yup! Bukan hanya itu, kita juga bisa menemukan berbagai macam kasus serupa akibat banyaknya sampah plastik yang terbawa hingga ke laut, yang akhirnya termakan oleh para hewan laut.

Nah girls, mungkin kerap muncul pertanyaan di benak kita, kenapa ya kok, para hewan lautyang memiliki banyak kemampuan indra dapat salah mengidentifikasi sampah plastik dan mengiranya sebagai makanan?

Kalau kamu juga memiliki pertanyaan serupa, begini nih penjelasan kenapa hewan laut bisa mengira sampah plastik adalah makanan. Simak, yuk!

Banyaknya sampah plastik di laut!
Dalam setiap dekade, sampah plastik yang berada di laut terakumulasi dengan cepat, kita-kira dua kali lipat.

Menurut sebuah analisis global tahun 2014, sampah plastik di laut diperkirakan sebanyak seperempat miliar metrik ton, berukuran partikel beras. Dikutip dari National Geographic Indonesia, lebih dari 200 spesies hewan tercatat memakan plastik, termasuk kura-kura, paus, anjing laut, burung, dan ikan.

Salah satu hewan yang paling berisiko adalah burung laut. Bahkan menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh peneliti Australia, hampir semua burung laut sudah mengonsumsi plastik. Duh!

Sampah plastik berbau seperti makanan para hewan laut. Kok bisa?
Menjawab pertanyaan tadi, ternyata terdapat sebuah penelitian yang menjelaskan mengenai hal tersebut.

Ganggang, makanan bagi krill (krill akan menjadi makanan bagi burung laut), yang rusak alami di laut akan mengeluarkan bau belerang yang dikenal dengan istilah dimethyl sulfide (DMS). Nah..DMS inilah yang dijadikan 'sinyal' bagi burung laut dalam mencari krill.

Sayangnya, sampah plastik yang mengambang di lautan adalah media yang sempurna bagi ganggang untuk tumbuh subur. Ketika ganggang tersebut terurai dan memancarkan bau DMS, maka burung laut akan mengikuti aroma ini.

Yup! Sampah plastik yang sudah terkena bau DMS (berbau seperti makanan hewan laut) ini pun termakan.

“DMS mirip seperti bel makan malam. Ketika indra penciuman burung laut sudah berkata bahwa di sinilah tempat mereka menemukan krill, mereka akan langsung mendarat dan mencari krill tersebut." ucap Matthew Savoca, mahasiswa doktoral University of California dan pemimpin penelitian tentang hal ini, yang dikutip dari nationalgeographic.

Para ilmuwan pun telah mengetahui bahwa banyak plastik di laut yang termakan oleh hewan laut karena disangka makanan dan terlihat seperti makanan.

Contohnya, kura-kura yang memakan kantong plastik utuh yang mengambang di laut karena mirip dengan ubur-ubur.

Hewan laut lainnya, termasuk ikan, sering memakan plastik berukuran mikro yang terpecah karena sinar matahari dan juga memiliki bentuk yang menyerupai plankton yang biasa mereka makan.

Tim Savoca pun memulai penelitian yang fokus pada burung laut yang terkena dampak parah konsumsi plastik seperti elang laut, petrel, dan shearwaters. Penelitian dimulai dengan menempatkan pelampung plastik mikro di Monterey Bay dan Bodega Bay di lepas pantai California.

Setelah tiga minggu, tim peneliti akan kembali dan mengambil pelampung tersebut untuk menguji baunya di dalam laboratorium. Yup! Tes ekstrasi bau menegaskan bahwa tiga varietas umum dari plastik mengandung DMS dalam waktu kurang dari sebulan.

So, girls..mulai sekarang kita wajib mengurangi penggunaan plastik, agar enggak terjadi lagi banyak hewan laut yang menyangka sampah plastik yang kita hasilkan adalah makanannya. Setuju, girls? (*)

Penulis: Elizabeth Nada | Cewek Banget
Diberdayakan oleh Blogger.