Header Ads

Sugiarto Pegiat Konservasi Kawasan Hulu Sungai Peraih Kalpataru Tahun 2011 Kembali Meraih Penghargaan di Tahun 2018

Sugiarto, pendiri Sanggar Indonesia Hijau (Si Hijau) di Dusun Selowinangun, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan kembali mendapatkan penghargaan dari Kementrian PUPR dalam kategori Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS).

Pejuang Lingkungan - Kali ini, Si Hijau berhasil menduduki juara ketiga tingkat nasional dari lombanya para juara.

Prestasi ini bukan yang pertama kalinya diraih Sugik, sapaan akrab pria asal Desa Cowek ini.

Dari catatan penulis, Sugik, pernah menyabet sejumlah penghargaan bergengsi lainnya.

Di antaranya, anaguerah Kalpataru tahun 2011, Juara II Nasional sebagai penyuluh kehutanan swadaya masyarakat, juara II pelestari fungsi Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Jawa Timur, dan masih banyak lainnya.

Sugik merupakan sosok yang peduli akan lingkungan.

Penghargaan yang baru saja diperoleh Sugik dan timnya adalah penghargaan yang fokus akan konservasi kawasan hulu sungai.

Ia dan timnya bekerja keras menjaga kelestarian air khususnya sebagai sumber kehidupan.

"Air ini sebagai sumber kehidupan. Hampir semua makhluk hidup khususnya manusia sangat membutuhkan air. Bahkan ada sebagian orang yang menggantungkan hidupnya dari air. Apa itu, bisa perikanan, dan lainnya. Jadi air ini harus dijaga. Apa yang dijaga ya sungainya ini," kata dia.

Dalam konteks, kata dia, Si hijau memiliki peran penting dalam menjaga air di hulunya.

Nah, sebenarnya berbicara soal air ini tidak bisa berbicara, hulu, hilir dan tengah. Semuanya harus dijaga.

Makanya, ia pelan-pelan mengajak masyarakat umum, mahasiswa perusahan dan pemerintah untuk ikut menjaga lingkungan, khususnya menyelamatkan sumber air di Pasuruan.

"Harus ada sinergitas antara semuanya. Kebetulan kami memang konsen di hulunya. Jadi kami bertanggung jawab penuh atas kualitas dan kuantitas air di hulu Sungai di Pasuruan. Daripada banyak pengeluaran untuk normalisasi sungai karena pencemaran lingkungan, lebih baik dijaga dan dirawat agar sungai tetap sehat dan airnya bersih," tambahnya.

Ia menjelaskan, banyak hal yang biasa dilakukan bersama timnya untuk menjaga kualitas dan kuantitas air di Pasuruan.

Mulai dari kegiatan bersih-bersih sungai dari sampah, hingga penanaman pohon di sekitar wilayah sungai agar air ini bisa diproduksi dengan baik.

"Jumlahnya sudah banyak kalau dirata - rata sudah 15 juta lebih pohon yang kami tanam bersama semua pihak, pemerintah, mahasiswa, perusahaan dan sejenisnya. Kami akan terus lakukan kegiatan seperti ini, karena kami bertekad menjaga lingkungan dan kelestarian alam," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika | Surya
Diberdayakan oleh Blogger.