Header Ads

Inilah Ke 7 Wisata Dunia Yang Terancam Punah Akibat Dari Perubahan Iklim

loading...
Perubahan iklim, bencana alam dan gaya hidup manusia yang kerap tak bersahabat dengan alam rupanya semakin lama semakin mengancam keberlangsungan dan kelestarian bumi.

PortalHijau - Semakin banyaknya Jumlah manusia yang merusak juga lebih banyak daripada jumlah manusia yang memelihara alam.

Seperti kutub es yang mencari dan kebakaran hutan, pernyataan ilmiah menyatakan bahwa perubahan iklim yang terjadi saat ini telah terjadi lebih cepat dari sebelumnya, dan diharapkan manusia untuk mengurangi penggunaan produk rumah yang akan semakin memperparah pemanasan global.

Perubahan iklim, bencana alam, dan perubahan gaya hidup manusia saat ini bahkan mulai mengancam eksistensi sejumlah tempat wisata alam di dunia.

Saat ini ada beberapa destinasi wisata alam paling indah dunia yang keberadaannya mulai terancam punah. Berikut ulasannya:

Pegunungan Alpen
Pegunungan yang berada di Eropa ini telah lama mendapat julukan sebagai Shangri-La untuk para pemain ski, membentang di delapan negara dan menyediakan beberapa lereng dari lereng yang paling dicari di dunia.

Dengan meningkatnya suhu bumi, bagaimanapun pencairan salju secara signifikan terus memperpendek musim untuk mengadakan olahraga musim dingin di tempat ini.

Banyak resor yang sudah mulai mengimbangi dengan menawarkan perawatan spa dan kegiatan di luar ruangan seperti menunggang kuda untuk menarik lebih banyak pengunjung di luar musim dingin.

Maladewa
Mendengar nama Maladewa, tentu kita akan langsung membayangkan negeri impian dengan pantai dan pemandangan bawah laut yang menawan.

Belum lagi ditambah dengan kehadiran resor bintang 5 yang menjadi magnet para wisatawan untuk datang ke negara tersebut. Tapi tahukah Anda? Ternyata Maladewa termasuk dalam deretan kawasan wisata yang terancam punah.

Program Lingkungan PBB memprediksi bahwa negara ini bisa menjadi negara pertama yang akan hilang ‘ditelan’ lautan. Jika permukaan air laut terus naik, pada akhir abad ke-21 diperkirakan Maladewa akan hilang.

Venice
Tidak mungkin untuk berjalan-jalan di Venice tanpa terpesona oleh pemandangan di kota ini. Laut Adriatik mengalir melalui kanalnya, romansa dari gondola membuat Anda serasa mengapung di bawah Bridge of Sighs.

Di tempat yang begitu menyatu dengan air, tempat ini merupakan berada di dataran rendah, efek dari pemanasan global yang menyebabkan air laut yang naik Venice berada pada ancaman yang serius.

Namun aktivis setempat telah mengambil langkah untuk melakukan investasi di pintu air yang canggih dan teknologi lainnya untuk menghalangi air yang datang, tapi hanya waktu yang dapat menjelaskan bagaimana nantinya ini akan bekerja.

Salju Kilimanjaro, Tanzania
Puncak berselimut salju dari gunung tertinggi di Afrika ini adalah salah satu tempat yang mulai terkena dampak pemanasan global. Para ilmuwan telah mendapati bahwa 85 persen dari keseluruhan es yang menutupi gunung ini dari tahun ke tahun mulai mencair.

Lebih dari seperempat es yang menutupi gunung ini sudah mencair sejak awal tahun 2000-an. Beberapa ahli memprediksi bahwa gletser Tanzania yang menjadi ikon legendaris tempat ini akan sepenuhnya hilang dalam dua dekade mendatang.

Pulau Komodo, Indonesia
Siapa yang menyangka kalau salah satu dari enam destinasi wisata yang terancam punah adalah Pulau Komodo di Indonesia. Pulau yang tengah memikat hati banyak wisatawan lantaran keindahan alamnya ini terancam punah akibat pemutihan dan pengasaman laut.

Kenaikan populasi penduduk lokal dan jumlah kunjungan wisatawan sedikit banyak juga berkontribusi merusak alam dan mengancam keberadaan pulau ini.

Great Barrier Reef
Membentang lebih dari 1.400 mil, Great Barrier Reef terletak di lepas pantai timur laut Australia merupakan sistem terumbu karang terbesar di dunia.

Penuh dengan kehidupan biota laut, terumbu karang ini banyak menarik penyelam untuk menikmati keindahan bawah laut setiap tahunnya.

Tapi peninggatan suhu di laut telah menyebabkan pemutihan karang di mana warna-warna indah yang terdapat pada karang menjadi pudar. Penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen dari Great Barrier Reef mengalami pemutihan.

Amazon
Hutan hujan terbesar di Bumi, Amazon mencakup sekitar 40 persen wilayah dari Amerika Selatan. Wisatawan akan menemukan merah dan katak beracun hidup dengan jaguar dan hewan lain di tempat ini.

Namun, meski ukurannya luas, perubahan iklim telah membuat menjadi habitat yang rapuh untuk hewan. Kekeringan yang ekstrim telah meninggalkan sebagian jenis pohon menjadi kekeringan, sehingga mereka sangat rentan terhadap kebakaran hutan.

Penulis: Amel
Diberdayakan oleh Blogger.