Header Ads

Perambahan Hutan di Merangin Semakin Menggila

loading...
Perambahan hutan di Merangin semakin menggila. Yang kini sangat gencar di antaranya adalah di Kecamatan Nalo Tantan. Khususnya wilayah Desa Nalo dan Nalo Baru.

PortalHijau - Kabar dihimpun Tribun, perambahan di Nalo Tantan sudah sangat meluas. Eksodus perambah ini diketahui sudah mulai masuk dan merambah sejak 2015 lalu.

Atim, warga Nalo Baru, mengatakan jumlah hutan yang dirambah sudah ratusan hektar. Khususnya di kawasan ujung Desa Nalo Baru.

"Sudah ratusan hektar mungkin yang mereka rambah. Jumlah pastinya kita dak tau juga. Tidak ada tindakan dari pemda," ujarnya, Jumat (23/9).

Ia katakan, para perambah tak selalu terdeteksi masuk ke hutan. Mereka sudah diketahui ketika sudah di dalam dan menebangi pepohonan dalam jumlah yang banyak.

"Dulu pernah diusir sama warga. Mereka lari. Tapi kemudian datang lagi bawa orang yang lebih banyak," ujar Atim lagi.

Tokoh pemuda Nalo Tantan, Andri, juga mengakui hal ini. Ia mengatakan sangat khawatir perambahan terus meluas. Karena kedepan akan terjadi seperti di Sungai Tebal dan sekitarnya.

"Jadi bagi kami ada satu pertanyaan besar. Bagi kami Merangin jadi percontohan pengelolaan konflik kehutanan itu bohong besar. Yang ada malah potensi konflik terus dibiarkan tumbuh subur," ujar Andri.

Terpisah, Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga, tak menampik hal ini. Ia mengatakan perambahan sudah menjarah di bilangan Kecamatan Sungai Manau, Pangkalan Jambu, dan Kecamatan Nalo Tantan.

"Ini sudah akut. Pemberantasannya tidak bisa sepihak saja. Semua pihak harua terlibat aktif," ujarnya. (Lis)

Penulis: Muhlisin
Diberdayakan oleh Blogger.