Header Ads

Pengelolaan Wisata Mangrove Penajam di Serahkan Ke Sektor Swasta

loading...
Pembangunan wisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sementara dalam pengerjaan dan di target rampung akhir 2016. Pengelolaan wisata hutan bakau rencananya akan diserahkan kepada pihak swasta.

PortalHijau - Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubbudpar) PPU Ady Irawan mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata memang diperlukan pengelolaan yang profesional. “Nanti lihat perkembangannya ke depan. Kalau seluruh infrastruktur wisata mangrove ini sudah rampung, rencananya kami akan bekerja sama dengan pihak ketika untuk pengelolaan wisata mangrove yang sementara dibangun ini,” kata Ady Irawan pada media ini, kemarin.

Ia menyatakan pemerintah daerah akan menyerahkan pengelolaan tersebut kepada pihak swasta yang berpengalaman mengelola wisata. “Pemerintah daerah terkendala tenaga yang memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan wisata. Kalau destinasi wisata mangrove ini dikelola oleh swasta yang memiliki kemampuan menarik minat wisatawan lokal mapun nasional, akan membawa keuntungan. Tinggal nanti diatur bagi hasil dari retribusi tersebut,” terangnya. 

Pembangunan wisata mangrove yang menghabiskan dana sebesar Rp 1,17 miliar ini, bisa dinikmati oleh masyarakat awal 2017. Dana yang bersumber dari Pemprov Kaltim ini dugunakan untuk membangun jembatan kayu atau akses jalan sepanjang 400 meter di tengah hutan mangrove seluas satu hektare. Selain jembatan, juga dilengkapi fasilitas pendukung seprti menara pengwas dan WC umum. “Wisata mangrove ini akan dijadikan satu paket wisata yang ada disekitar daerah tersebut. Seperti di Saloloang ada kampung lidi, pembuatan gula merah dan minyak kelapa. Kemudian wisatawan dapat duduk santai di Pantai Corong dan Tanjung Jumlai untuk melihat matahari terbenam,” tutur Ady Irawan (kad/rus)

Penulis: Pro Balikpapan
Diberdayakan oleh Blogger.