Header Ads

Puluhan Ton Ikan Mati, Diduga Akibat Limbah Perusahaan

loading...
Puluhan ton ikan yang terdapat di Sungai Musi, tepatnya berada di Desa Danau Cala, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mati mendadak. Matinya ikan-ikan air tawar tersebut disebabkan karena air sungai yang sudah tercemar oleh limbah perusahaan semenjak seminggu terakhir.

PortalHijau - Dari pantauan di lapangan, ribuan ikan dari berbagai jenis tersebut mengapung mati dikarenakan air sungai musi yang sudah bercampur limbah. Air yang berwarna hitam keruh tersebut membuat ikan-ikan air tawar bermacam jenis mati, yang diduga disebabkan oleh limba salah satu perusahaan.

“Sudah sekitar seminggu terakhir ikan-ikan disini semuanya mati, penyebabnya tidak lain dikarenakan limbah dari perusahaan yang dibuang ke aliran sungai. Sehingga air-air disini menjadi berbau dan berwarna hitam keruh,” kata Kepala Desa Danau Cala, Nazarudin, ketika dibincangi di lokasi ikan mati, Kamis (16/6).

Dikatakannya, limbah perusahaan tersebut dibuang oleh perusahaan dari pipa yang dialirkan melalui sungai. Sehingga limbah pupuk yang bercampur dengan tanah ini, membuat kondisi air disini menjadi hitam dan lengket apabila dipegang.

“Pihak perusahaan sengaja membuang limbah tersebut kealiran sungai karena tidak memiliki tempat penampungan limba, jadinya dialirkan ke sungai. Akibat dari pembuangan limbah tersebut ribuan ikan dari waring (perangkap ikan) mati semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Sidik, salah satu nelayan ikan mengatakan kejadian matinya ikan tersebut sudah berlangsung sekitar seminggu terakhir. Akibat dari limbah perusahaan tersebut ikan-ikan miliknya yang terdapat didalam waring semuanya mati dan tidak ada yang selamat.

“Saya rugi sekali pak, untuk membuat waring ini saja sudah mengeluarkan modal puluhan juta. Nah, dengan adanya kejadian ikan pada mati semua saya tidak dapat membayangkan berapa total kerugian yang dialami, oleh karen itu kami mengharapkan pemerintah dapat mencarikan solusi mengenai limbah yang dibuang oleh perusahaan ini,” ungkapnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Muba, H Ismail, mengatakan setelah kami meninjau secara langsung keadaan sungai ini, kami nyatakan bahwa sudah sangat tercemar sekali. Hal tersebut terbukti dengan matinya ribuan ikan-ikan serta sungai yang tercemar yang berwarna hitam pekat.

“Kesimpulan kita setelah melihat ini secara langsung bahwa penceraman ini dilakukan oleh perusahaan, kemungkinan pencemaran tersebut berasal dari limbah pupuk kimia dan pembuangan sampah yang bercampur limbah, karena dilihat dari aliran air yang terjun disungai,” katanya yang saat itu juga didampingi Wakil Ketua Komisi II, Hairul Ilyasa.

Menurutnya, DPRD sudah mengambil sample ikan yang mati dan air sungai berwarna hitam untuk uji lab di BLHPP Kabupaten Muba. Apabila dari sample tersebut terbukti dicemarkan oleh limba dari perusahaan tersebut, maka sanksi tegas akan diberlakukan pada perusahaan tersebut.

“Sample ikan dan air sungai sudah kita ambil dan serahkan ke BLHPP, kita sendiri akan melakukan mengawal langsung, dan apabila terbukti maka sanksi akan kita berikan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya. Fajeri Ramadhoni
Diberdayakan oleh Blogger.