Header Ads

Perburuan Penyu di Tulungagung Bikin Miris

PortalHijau - Aktivitas perburuan penyu laut di kawasan pesisir selatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur marak sebagai dampak lemahnya pengawasan dari otoritas kelautan seperti Polairud, syahbandar serta dinas kelautan dan perikanan setempat.

“Nelayan bisa dengan mudah menangkap penyu untuk dikonsumsi ataupun dijual ke pembeli karena secara geografis beberapa kawasan pesisir ini jauh dari otoritas kepelabuhanan,” kata Junaidi, nelayan di Teluk Sine, Tulungagung, Rabu (13/04/2016).

Kendati mengaku tidak ada nelayan yang secara khusus mencari penyu laut, Junaidi menyebut aktivitas penangkapan jenis satwa langka dan dilindungi tersebut acap kali terjadi.

Menurut dia, tidak adanya sosialisasi yang intensif dan lemahnya penegakan regulasi terkait larangan perburuan sejumlah spesies laut yang masuk kategori langka dan dilindungi menyebabkan nelayan leluasa melakukan penangkapan.

“Tidak hanya penyu laut, ada juga nelayan yang menangkap hiu atau lumba-lumba padahal secara regulasi tidak diperbolehkan (menangkap),” ujarnya. Koresponden Antara di Tulungagung secara tidak sengaja menyaksikan sendiri aktivitas penangkapan penyu laut jenis lekang (lepidochelys olivacea) di Pantai Sine pada Jumat (8/4).

Penyu dengan panjang sekitar 60 centimeter dan diperkirakan berusia belasan tahun menurut versi nelayan itu diangkut ke pantai lalu di bawa ke salah satu rumah penduduk yang berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

“Penyu seperti itu biasanya dikonsumsi sendiri oleh nelayan bersama keluarganya, karena dagingnya yang terkenal lezat, berprotein tinggi serta memiliki beberapa khasiat tertentu,” tutur Basori, warga sekitar.

Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) Mitra Usaha di pesisir Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung Jupriyanto mengakui masih ada beberapa nelayan yang melakukan perburuan atau penangkapan satwa dilindungi, baik di darat maupun laut. Jaga Laut
Diberdayakan oleh Blogger.