Header Ads

Gadis Cantik Majalengka Ini Memperjuangkan Pertanian di Daerahnya Dengan Cara Unik


PortalHijau - Sinta (23) adalah seorang gadis warga Desa Kertajati Kecamatan Kertajati yang rela menghabiskan masa mudanya untuk memajukan pertanian di lingkungannya dengan mengembangkan padi jenis MSP (Mari Sejahterakan Petani).

Sejak lulus SLTA tahun 2013 yang lalu, Sinta tidak melanjutkan kuliah atau mencari kerja di kantoran layaknya gadis yang lain. Ia justru terjun bertani dikarenakan tertantang setelah menonton TV diacara 360 terkait keberhasilan sosok Surono Danu dari Provinsi Lampung yang berhasil mengembangkan padi jenis MSP (Mari Sejahterakan Petani), yang bisa meningkatkan hasil panen yang berlipat.

Sinta semakin tertarik manakala padi jenis MSP yang dikembangkan sosok Surono Danu benar benar meningkatkan hasil panen.

Selanjutnya Sinta mencari tahu tentang sosok Surono Danu. Berbekal nomor handphone yang di dapat dari internet, Sinta berhasil berkomunikasi dengan Surono Danu. Dari situlah Sinta mulai merintis bertani dengan menggarap sawah milik orang tuanya.

Saat tim FC mendatangi kediamannya, Sinta bercerita, bahwa ketertarikannya terjun bertani ingin meningkatkan tarap hidup para petani.

"Bayangkan nasib petani sekarang, ia tidak bisa menikmati hasil panennya dengan leluasa. Sebab dimusim tanam petani dipusingkan dengan biaya garap/pemeliharaan yang cukup mahal. Tapi manakala panen tiba, petani merintih sakit di sebabkan anjloknya harga padi yang begitu murah. Di tambah hasil panen yang kurang maksimal". Tutur Sinta serius.

Kedepan manakala petani bisa ikut mengembangkan padi MSP dengan baik, Insa Allah pendapatan petani akan meningkat.

"Sebab padi jenis lain dalam 1Ha hanya menghasilkan 4-5 ton gabah. Tapi padi jenis MSP bisa menghasilkan 8-9 ton gabah kering geling. Ini sudah saya buktikan sendiri," Ujar Sinta.

Jadi kata sinta, kalau pemerintah benar benar serius ingin meningkatkan ketahanan pangan maka pemerintah harus benar benar pro petani dengan membantu pengembangan padi berjenis MSP, sebab padi jenis ini memang menghasilkan.

"Saya pribadi tidak setuju pemerintah memberikan bantuan langsung seperti, subsidi pupuk, bibit, bantuan traktor dan lain sebagainya. Sebab bantuan itu hanya dinikmati oleh segelintir petani. Yang perlu sekarang bagi petani adalah subsidi harga padi. Bagaimana caranya pemerintah agar setiap panen harga padi tidak anjlok". Tegas Sinta menggebu gebu.

Kedepan Sinta berharap pemerintah harus lebih pro aktif terhadap petani. Memang untuk meningkatkan pendapatan petani tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Semua butuh pengorbanan, Juga ilmu pengetahuan.

"Makanya saya tahun ini mau meneruskan kuliah dan mengambil jurusan pertanian. Mudah mudahan saya bisa membiayai kuliah dari hasil bertani sendiri" MUNADI - (ditulis ulang dari berita koran Fajar News)
Diberdayakan oleh Blogger.