Header Ads

Aplikasi Angkuts Pada Android Mengatasi Persoalan Sampah Berbasis Teknologi

PortalHijau - Jika Jakarta dan beberapa kota lainnya punya layanan jasa ojek berbasis aplikasi, maka Pontianak, Kalimantan Barat, punya Angkuts. Ini merupakan layanan jasa pengangkutan sampah anorganik seperti koran, botol plastik, gelas plastik, kaleng aluminium, kardus, dan kertas.

Uniknya, pengguna jasa angkutan sampah ini tidak perlu membayar. Sebaliknya, justru mereka akan mendapat bayaran, sesuai dengan jumlah sampah-sampah yang diserahkan kepada sopir Angkuts.

Menurut Direktur PT Angkuts Kreatif Indonesia, Muhammad Hafiz Waliyudin, latar belakang ia menggagas ide kreatif ini setelah berkaca dari kesuksesan layanan ojek berbasis aplikasi.

Pola kerja Angkuts hampir sama dengan pemulung sampah. Namun, Angkuts lebih terorganisir serta memanfaatkan teknologi informasi.

“Kalau di Jakarta saja tukang ojek bisa meningkatkan taraf hidupnya, mengapa pemulung tidak?” ungkap Hafiz dalam siaran pers yang diterima VIVA, Minggu 22 Mei 2016.

Untuk saat ini, aplikasi Angkuts baru bisa diakses oleh pengguna smartphone berbasis Android. Cara menggunakan aplikasi Angkuts cukup mudah. Para pengguna yang memiliki sampah-sampah anorganik seperti yang tercantum dalam aplikasi, cukup memanggil sopir dengan menekan dan tahan ikon “Panggil Angkuts”.

Setelah itu, pengguna mengisikan alamat lengkap dan menekan tombol OK. Driver yang berada di kelurahan terdekat segera datang dan mengambil sampah.

“Sampah-sampah anorganik seperti kertas, koran, kardus, kaleng aluminium, botol dan gelas plastik, akan ditimbang untuk menentukan uang yang diterima pengguna aplikasi. Uang itu akan masuk ke virtual account pengguna aplikasi,” jelasnya.

Selanjutnya, apabila uang yang ada dalam akun pengguna aplikasi sudah mencapai Rp50 ribu dan kelipatannya, maka bisa dicairkan di Kantor Angkuts, yang beralamat di Jalan Tabrani Ahmad, Kecamatan Pontianak Barat.

Untuk tahap pertama, dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak, mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun sekolah-sekolah untuk menggunakan aplikasi Angkuts.

Angkuts baru memiliki 25 driver yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Pontianak. Kebanyakan mereka berasal dari kalangan mahasiswa.

Sampah-sampah anorganik diangkut oleh driver Angkuts dan dijual kembali ke pengepul akhir. Sedangkan keuntungan dari penjualan sampah anorganik tersebut, 100 persen menjadi hak driver sepenuhnya, tidak ada sistem bagi hasil. Krisna Wicaksono, Aceng Mukaram
Diberdayakan oleh Blogger.