Header Ads

Bigelow Aerospace Akan Membangun Hotel di Antariksa Pada Tahun 2020

PortalHijau - Belakangan sedang ramai soal modul Bigelow Expandable Activity Module (BEAM) yang ditujukan untuk menampung awak manusia di antariksa. BEAM sendiri modul fleksibel yang akan diuji coba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).

Bigelow Aerospace yang berbasis di Nevada, Amerika Serikat menjalin kerjasama dengan United Launch Alliance (ULA) dari Colorado, AS untuk mewujudkan misi "hotel antariksa" sekitar 4 tahun ke depan.

Diumumkan pada perhelatan 32nd Space Symposium di Colorado Springs, keduanya memaparkan rencana tersebut secara garis besar.

Diketahui modul BEAM yang kini sudah mengangkasa di ISS adalah hasil rakitan perusahaan Bigelow sendiri. Dari rencana mereka, tentunya Bigelow akan menjadi pihak yang membuat habitat antariksa persis seperti BEAM, yakni mudah dikempis dan digembungkan.

Sementara ULA akan mengembangkan roket yang nantinya menjadi wahana peluncur habitat antariksa itu.

Bigelow mengklaim, roket Atlas V yang dikembangkan ULA adalah satu-satunya wahana antariksa yang mampu meluncurkan modul habitat seperti BEAM ke orbit rendah Bumi.

Modul BEAM yang diluncurkan pada 8 April kemarin oleh pesawat kargo Dragon dari SpaceX kini sudah disematkan di ISS dalam kondisi kempis.

Rencananya akan digembungkan pada akhir bulan Mei, BEAM bisa menjadi tempat penelitian para astronaut yang sedang menjalani tugas di ISS.

Meski akan diuji coba di lingkungan ISS, Bigelow dan ULA meyakini bahwa konsep hotel antariksa memiliki celah pasar untuk orang-orang biasa untuk mendapat pengalaman kosmik.

"Kami harap NASA akan menjadi pelanggan utama untuk struktur modul ini dan kami diberi izin untuk menjadikannya komersil. Pada intinya kami akan berbagi waktu," kata perwakilan Bigelow, seperti dikutip dari situs Science Alert.

Sementara dari laporan situs The Verge, jika modul habitat sudah berada di orbit Bumi, Bigelow dan ULA akan merayu perusahaan SpaceX dan Boeing untuk menyediakan jasa transportasi orang-orang yang ingin berwisata.

Terkait BEAM, modul ini diyakini bisa sebagai habitat potensial sebagai 'kamar hotel' awak manusia dalam program pariwisata antariksa ataupun misi jelajah ilmiah ke planet Mars.

Rencananya, BEAM akan terus disematkan di ISS selama dua tahun lamanya, sementara ukuran interior yang akan digunakan BEAM di ISS adalah 330 kubik meter.

Pengembangan BEAM menelan biaya US$17,8 juta atau setara Rp234 miliar dan diklaim menjadi modul paling ramah di kantong untuk bisa disematkan di ISS.

Bigelow mengklaim desain BEAM pada dasarnya mampu mengurangi efek radiasi luar angkasa sebab ia bukan terbuat dari logam. (tyo - cnn indonesia)
Diberdayakan oleh Blogger.