Header Ads

BMKG Bangun Sistem Peringatan Dini Pada Bencana Alam

loading...
PortalHijau.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membangun sistem peringatan dini pada bencana alam. Dengan sistem ini maka diharapkan dapat meningkatkan layanan informasi cuaca dan iklim secara cepat, tepat akurat, serta mudah dipahami oleh stakeholders.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BMKG Andi Eka Sakya. Dia menambahkan, sistem ini dibangun karena meningkatnya bencana yang terjadi belakangan ini.

"Perkiraan, 80% kejadian bencana alam yang disebabkan faktor hidrologi, meteorologi dan iklim. Dan dari data yang ada, akibat bencana itu telah menewaskan korban jiwa sekitar 45% dan 79% orang kehilangan harta benda," katanya dalam seminar 'Roving Seminar On Weather Forcast Verification In Support Of Global Framework For Climate Service (GFCS)' di kantor BMKG, Selasa 17 November 2015.

Dengan kondisi yang ada, kata dia, maka sangat penting untuk membangun sistem peringatan bencana. Tujuannya untuk melakukan evakuasi metode perkiraan dan mendukung kerangka global iklim.

"Mencermati kondisi ini, BMKG membangun dan mengembangkan sistem peringatan dini meteorologi, klimatologi," tuturnya.

Menurutnya, ada empat faktor yang menyebabkan risiko bencana. Pertama, manusia tidak dapat memahami suatu resiko menjadi bahaya. Kedua, keterkaitan keretanan alam dengan pemanasan global.

Ketiga ketiberdaryaan manusia dalam menyikapi alam. Keempat ketidaksediaan atau masih kurangnya sistem peringatan dini yang dapat bekerja dengan lebih baik.

"Informasi cuaca dan iklim yang saat ini disampaikan oleh BMKG sangat penting dalam bidang maritim, pertanian, ketahanan pangan, sektor kelautan, sektor lingkungan, kesehatan, dan dijadikan sebagai pengambil kebijakan," bebernya.

Namun demikian, diakuinya, penyampaian informasi yang dilakukan BMKG masih terbatas dalam akurasi informasi. Tetapi BMKG akan terus berupaya meningkatkan akurasi pengamatan cuaca dan iklim.

Dia menambahkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan memberikan masukan kepada para pengamat BMKG sehingga dapat meningkatkan tingkat akurasi dan kualitas pengamatan.

"Bagi Indonesia seminar ini sangat penting sekali dan ini juga sebagai seminar pertama di dunia," pungkasnya. (Mhd)
Diberdayakan oleh Blogger.