Header Ads

Bencana Alam di Kabupaten Kepulauan Sitaro Mengakibatkan 6.468 Hektare Hutan Menjadi Kritis

loading...
PortalHijau.com - Sebanyak 6.468,76 hektare hutan kritis di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Di dalamnya ada Areal Penggunaan Lain (APL) sekitar 4.912,64 hektar serta Hutan Lindung (HL) dengan luas 1556,12 hektare.

Kepala Bidang Kehutanan Sitaro Yopi Jakobus SP menjelaskan, hutan di Sitaro belum tentu dikatakan kritis. “Karena di Sitaro masih banyak lahan milik masyarakat. Hanya ada HL yang terdapat di Gunung Tamata dan Gunung Beganbalo,” bebernya, Rabu (25/11) kemarin.

Jakobus menambahkan, terus melakukan penanaman bibit pohon. “Tujujannya untuk melindungi hutan, dari lahan kritis. Pemerintah membantu masyarakat melalui bibit yang diberikan kepada hutan rakyat (HR) itu sejak 2012, dengan dana sebesar Rp1 miliar lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Inventaris dan Perlindungan Hutan, Roy Pandawa menuturkan, akibat dari hutan kritis. “Itu sebabkan karena bencana alam. Bukan karena dirambah masyarakat. Jika ada masyarakat yang merambah terkecuali itu milik lahan sendiri,” bebernya. “Sitaro, tidak ada industri untuk menjual beli kayu jadi. Jadi, kemungkinan besar hutan kritis bukan dikarenakan masyarakat,” tutupnya.

Terpisah, Halman salah satu Aktivis Lingkungan Hidup Sitaro berharap pemerintah harus lebih tegas. Sebab, data yang ada masih terbilang cukup tinggi jumlah lahan kritisnya.

Kelestarian itu sangat penting, jika terus dibiarkan pasti akan berdampak fatal. Jadi untuk pemerintah terus pertahankan untuk pembibitan HR tersebut,” harapnya.(***) ManadoPost
Diberdayakan oleh Blogger.