Header Ads

WHO: Polusi Cabut 7 Juta Nyawa

loading...
WHO - Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, tujuh juta kematian prematur – satu dari delapan kasus kematian di dunia – dipicu oleh polusi udara.
Temuan ini dua kali lipat lebih banyak dari perkiraan sebelumnya, menjadikan polusi udara sebagai risiko lingkungan utama penyebab gangguan kesehatan. Sehingga mengurangi polusi udara akan menyelamatkan jutaan nyawa.
Data WHO juga memerkuat keterkaitan antara polusi dalam dan luar ruang dengan penyakit kanker dan jantung termasuk penyakit infeksi pernafasan dan stroke.
Asia Tenggara dan Pasifik Barat menjadi wilayah dengan korban polusi udara terbesar. Total 3,3 kematian akibat polusi udara dalam ruang dan 2,6 juta kematian akibat polusi luar ruang terjadi di wilayah ini.
Dr Carlos Dora, Koordinator Kesehatan Masyarakat WHO menyatakan, polusi udara adalah hasil kebijakan yang tidak ramah lingkungan baik di sektor transportasi, energi, limbah maupun industri.
“Kebijakan (transportasi, energi, limbah dan industri) yang lebih sehat tidak hanya akan menghemat biaya kesehatan dalam jangka panjang namum juga bermanfaat bagi iklim,” tuturnya. (hijauku)
Diberdayakan oleh Blogger.