Header Ads

Mari Berkebun Dan Mengubah Dunia

loading...
Semaikan biji, mari berkebun dan ubah dunia. Simak tips dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) untuk memulai kebun sekolah. 

Ayo Berkebun - Semangat ini diserukan oleh Organisasi Pangan Dunia (FAO) dalam kampanyenya terbaru yang mengajak siswa dan guru untuk berkebun di sekolah.

Menurut FAO, 1000 hari pertama sejak kelahiran adalah masa terpenting dalam kehidupan anak. Namun upaya untuk menjamin keamanan pangan anak-anak setelah 1000 hari tak kalah berharga. Program kebun sekolah bisa membantu meningkatkan keamanan pangan dan nutrisi bagi anak-anak ini. 

Adakah kebun di sekolah kita? Seberapa sering kita mengambil buahnya? Apakah kebun hanya dijadikan penghias halaman semata? Pertanyaan inilah yang dijawab oleh FAO. Selain menjamin keamanan pangan dan nutrisi, berkebun di sekolah juga menjadi awal kelestarian lingkungan.

Anak-anak dididik untuk menghargai alam, mengetahui proses pertumbuhan tanaman, pentingnya menjaga kesuburan tanah, agar kebun mereka berbuah dengan indah. Dan ketika buah itu merekah, mereka bisa menikmati hasilnya, memenuhi kebutuhan gizi bersama. 

Kebun sekolah menurut FAO juga memiliki peran yang tidak kalah penting yaitu sebagai sarana promosi pola makan yang sehat dan memerkenalkan keahlian untuk bertahan hidup, dengan bercocok tanam. Pertanyaannya, sejauh mana kebun sekolah mampu menjalankan semua fungsi di atas? Apa yang harus dilakukan untuk mencapainya? 

Bagi Anda yang ingin membangun kebun di sekolah, berikut adalah saran (tips) dari FAO yang patut Anda pertimbangkan:
  • Pikirkan nutrisi apa yang bisa dipenuhi dari kebun sekolah. Pilih tanaman yang mampu untuk memenuhi fungsi nutrisi tersebut.
  • Pilih tanaman yang bisa menyempurnakan makanan siswa. Hal ini akan lebih mudah, dibanding memerkenalkan tanaman buah/pangan yang benar-benar baru.
  • Mulai dengan beberapa jenis pangan yang kaya akan nutrisi mikro. Misal, sayuran berdaun hijau tua (yang bisa menjadi sumber vitamin A), jambu, mangga, buah beri, kentang manis dsb. Anda juga bisa menanam pangan yang mengandung lemak nabati tinggi seperti kacang-kacangan dan avokad (avocado).
  • Tanam jenis makanan yang disukai anak-anak misal pisang, jeruk, labu, strawberry dan pepaya.
  • Pilih tanaman yang mudah tumbuh dan mudah perawatannya.
  • Jika produksi berlebih, keringkan buah-buahan dan sayuran di bawah sinar matahari. Menurut FAO, cara ini bisa menjaga nutrisi pangan hingga 6 bulan.
  • Kukus sayuran dan jangan merebusnya hingga mendidih. 
  • “Sembunyikan” sayuran-sayuran berwarna hijau tua ini dalam masakan, misal dalam telur dadar, saus dan sup agar anak-anak terbiasa mengonsumsinya.
  • Libatkan anak-anak dalam kegiatan menanam dan merawat kebun sekolah.
Tips ini juga bisa diterapkan untuk kebun pekarangan, sehingga memermudah keluarga memenuhi kebutuhan gizi mereka. Selamat berkebun, selamat mengubah dunia.

Penulis: Hijau Ku
Diberdayakan oleh Blogger.