Header Ads

Deforestasi di Indonesia Lebih Parah daripada Brasil

loading...
JAKARTA – Indonesia kini menjadi negara dengan laju deforestasi tertinggi di dunia, bahkan melampaui Brasil. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan moratorium deforestasi pada Mei 2011, nyatanya penelitian terbaru malah menunjukkan fakta lain. Menurut studi yang telah diterbitkan di jurnal Nature Climate Change, pada 2012, setahun setelah moratorium diterbitkan, deforestasi di Indonesia malah meningkat dengan cepat. Antara 2000-2012, Indonesia kehilangan 6,02 hektare hutan setiap tahunnya.

Tidak mengherankan kini Indonesia menjadi negara ketiga penghasil gas emisi tebesar di dunia.  “Menurut saya, hutan di Indonesia tengah stres berat sekarang,” kata Matthew Hansen, peneliti di University of Maryland, seperti dikutip dari Mashable, Senin (30/6/2014).

Fakta bahwa Indonesia kehilangan hutan lebih banyak daripada Brasil sungguh memprihatinkan,” kata Hansen. Padahal Indonesia hanya memiliki seperempat hutan hujan jika dibandingkan dengan Brasil.

Kementerian Kehutanan melaporkan setiap tahun, Indonesia kehilangan 0,4 juta hektare lahan hutan pada 2009-2011. Namun, studi ini menemukan laju kehilangan hutan tahunan sebenarnya jauh lebih tinggi dari itu, yakni sekitar 0,84 juta hektare per tahun pada 2012.

Meski begitu, Hansen menyatakan kesalahan tidak semua menunjuk pada pemerintah Indonesia. Karena, ada negara-negara lain semisal Amerika Serikat yang juga berkontribusi pada dengan membeli produk yang mengandung minyak sawit dan bahan lainnya yang dipanen dari hutan hujan Indonesia.

Belinda Arunarwati Margono, peneliti utama studi yang bekerja untuk Departemen Kehutanan Republik Indonesia mengatakan ia berharap data yang ditemukan mampu membantu pemerintah mengurangi deforestasi. “Saya ingin tahu bagaimana pemerintah akan bereaksi mengenai hasil penelitian ini,” katanya. Margono mengatakan ia berencana untuk terus memperbarui data guna mendapatkan fakta penyebab hilangnya hutan sepanjang 2012. (metrotvnews)
Teks FotoKondisi kerusakan hutan terlihat di sekitar daerah aliran Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau. (ANTARA/FB Anggoro)
Diberdayakan oleh Blogger.