Header Ads

RSPO Gelar Konferensi Bahas Kelanjutan Sertifikasi Sawit

loading...
JAKARTA - Organisasi sertifikasi minyak sawit berkelanjutan, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), bakal menggelar konferensi internasional di London, Juni 2014, membahas kelanjutan sertifikasi minyak sawit. Rilis RSPO yang diterima di Jakarta, Jumat (11.4) menyebutkan, konferensi bertajuk "100 Persen Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat: Tanggung Jawab Kita Bersama" akan berfungsi sebagai landasan untuk sebuah dialog terkait masa pemberlakuan peraturan pelabelan makanan baru di Uni Eropa pada Desember 2014.
Dalam aturan baru pelabelan tersebut, minyak sawit dan minyak sayur lainnya akan muncul pada kemasan produk.


Selain itu, permasalahan lainnya yang akan dibahas antara lain bagaimana anggota RSPO dapat memperluas sertifikasi petani kecil, dan bagaimana RSPO terlibat dengan konsumen guna mendapatkan dukungan secara aktif.

RSPO juga akan mendiskusikan mengenai apa saja yang menjadi hambatan utama dalam rantai pasokan minyak sawit berkelanjutan bersertifikat dan bagaimana industri dapat mengatasinya.

Dalam 10 tahun sejak dibentuknya RSPO, keanggotaannya telah berkembang menjadi lebih dari 1.400 pihak. 

Selama kurun waktu tersebut, persentase produksi minyak sawit dunia bersertifikat RSPO telah berkembang menjadi 16%. 

Saat ini hanya 52% dari minyak sawit berkelanjutan bersertifikat dibeli oleh rantai pasok, 48% sisanya merupakan kerugian bersih tanpa pengembalian bagi para pekebun yang telah berinvestasi dalam praktek-praktek berkelanjutan.
RSPO menyerukan kepada semua anggota rantai pasok di Eropa dan lainnya untuk mendukung para pekebun sawit dengan membeli lebih banyak minyak sawit berkelanjutan bersertifikat. 

Sebagaimana diketahui, perkiraan kapasitas produksi tahunan minyak sawit berkelanjutan bersertifikat RSPO saat ini adalah 9,7 juta metrik ton, sekitar 16% dari minyak sawit mentah di pasar global.

Jumlah itu tersebar di 1,97 juta hektare area produksi bersertifikat. Sedangkan sekitar 47,85% kapasitas produksi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat RSPO di dunia berasal dari Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan optimistis gejala alam El Nino atau kekeringan panjang yang diprediksikan terjadi tahun ini tidak akan menurunkan produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional di lahan Republik Indonesia.
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir di Jakarta, Rabu (2/4), mengatakan, produksi minyak sawit mentah diperkirakan mencapai 29 juta ton pada 2014.


"Pencapaian produksi tersebut tidak akan terhambat. Meski ada ancaman elnino atau kemarau panjang. 

Bahkan selama ini terbukti produksi selalu meningkat dari tahun ke tahun," katanya. Menurut dia, produksi CPO nasional pada tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan 2013 yang mencapai 27 juta ton. (medanbisnis)
Diberdayakan oleh Blogger.