Header Ads

Di Aceh Barat Gajah Dibunuh dengan Alat Perangkap

loading...
MEULABOH - Pembunuh gajah liar yang ditemukan mati di hutan Desa Teuping Panah, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, hingga kemarin masih misteri. Namun gading yang melekat pada hewan dilindungi tersebut sudah hilang dan bangkainya mulai membusuk.

Sejumlah wartawan media elekronik dan cetak di Meulaboh pada Selasa (8/4) siang lalu turun ke lokasi gajah mati tersebut di kawasan hutan di Desa Teuping Panah yang berjarak sekitar 30 menit jalan kaki. Turut mendampingi wartawan ke lokasi gajah mati memastikan gajah tersebut Keuchik Teuping Panah, Hamdan.

Di tengah jalan sejauh empat kilometer ini, tiba-tiba seekor gajah liar muncul tidak jauh dari lokasi gajah mati tersebut. Namun beberapa saat kemudian gajah liar itu kembali menjauh.

Setiba di lokasi, para wartawan menyaksikan hanya satu lagi bangkai gajah yang sebelumnya dilaporkan dua ekor mati. Di lokasi juga ditemukan alat perangkap yang dibuat secara tradisional oleh pelaku yang diduga sangat profesional. Alat perangkap itu dibuat dari kayu sehingga ketika gajah melewati di bawah kayu langsung mengenai leher sehingga terjatuh.

Kecuali itu pada Rabu malam video dan foto gajah mati diperlihatkan oleh sejumlah wartawan ke Wakapolres, Kompol Nur Khamid di media center Mapolres Aceh Barat. Wakapolres pada kesempatan itu mengatakan, kasus gajah mati masih dalam pengusutan pihak kepolisian guna mengungkap siapa pelakunya.

Seperti diberitakan, dua ekor gajah liar dilaporkan mati di kawasan hutan Desa Teuping Panah, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Gajah liar itu diduga mati karena dibunuh dan gading diambil oleh pelaku yang baru diketahui pada Jumat (4/4) lalu. Pascamencuat kasus itu tim dari BKSDA dan polisi ke lokasi tetapi belum berhasil menerobos memastikan lokasi gajah mati tersebut.(riz/serambi)

Foto : Seekor gajah liar ditemukan mati dengan gading hilang di hutan Desa Teuping, Panah, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Selasa (8/4).SERAMBI/RIZWAN
Diberdayakan oleh Blogger.