Header Ads

LSM AFLSD : Jangan Musuhi Sampah

loading...
Pelatihan daur ulang sampah rumah tangga yang digelar LSM Agricultural and Fisheries Living Sosiety Depelopment (AFLSD), mendapat perhatian dan sambutan baik dari kalangan masyarakat.

Sambutan hangat masyarakat tersebut didasari dari keantusiasan peserta yang kian bertambah. Pelatihan yang dilaksanakan di Rumah Kreasi milik KPPG Kabupaten Aceh Tamiang itu, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Tamiang Ir. Irwansyah atas nama Bupati Drs H. Abdul Latief di gedung Aula SKB Karang Baru, Kamis (21/7) pekan lalu.

Hari pertama pelatihan jumlah peserta yang terdiri dari kaum wanita, hanya sebanyak 20 orang. Namun menjelang hari ke 4 jumlah peserta bertambah menjadi 28 orang, demikian disampaikan Direktur Eksekutif AFLSD, Achmad Hanel SH kepada wartawan kemarin di Sungai Liput.

Ahmad Hanel SH menyatakan, pelatihan mengelola dan memanfaatkan daur ulang sampah rumah tangga yang digelar selama sepuluh hari tersebut selain untuk mewujudkan kebersihan serta menciptakan lapangan kerja baru, juga dapat menunjang perekonomian bagi keluarga. “Dengan adanya peningkatan atau pertumbuhan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Saat ini di Kabupaten Aceh Tamiang sendiri merupakan Kabupaten yang tingkat penghasilan sampah yang cukup tinggi.”, papar Hanel.

Jangan Musuhi Sampah
Sementara itu ketua panitia kegiatan pelatihan Adriadi SE berharap, seusainya kegiatan pelatihan pemanfaatan daur ulang sampah rumah tangga ini, para peserta pelatihan dapat mengembangkan ilmunya didesanya masing masing, maupun melalui lembaga kemasyarakatan yang ada.

“Kepada peserta kami berharap semoga dapat menciptakan kader kader baru dalam memproses limbah yang awalnya kita anggap sebagai sampah menjadi bahan kerajinan yang merupakan nilai tambah dalam menunjang perekonomian keluarga,” ungkap Adriadi.
“Jangan musuhi sampah, Tapi jadikanlah sampah sebagai barang yang bermanfaat bagi kamu dan orang lain”, terang Adriadi bersemboyan. Masih menurut Adriadi, karya seni tidak dapat dinilai dengan mata uang. Sebab tidak semua orang mampu membuat barang barang yang memiliki nilai seni yang tinggi.

Karya seni hanya dapat dihasilkan oleh tangan tangan terampil yang memliliki kesabaran tinggi dari orang orang yang selalu melahirkan ide ide cemerlangnya dalam memproses sebuah karya nyata.

Sebagai pembimbing dalam pelatihan, pihak penyelenggara sengaja mendatangkan 2 tenaga skill dalam pengelolaan daur ulang sampah dari Kota Medan Sumatera Utara dan dibantu Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Aceh Tamiang, Hj. Rosmalina (Lina Tengku Tam) selaku Pembina Rumah Kreasi.

Sumber : Suparmin
Diberdayakan oleh Blogger.