Header Ads

Gajah Dibunuh, Bangkainya Dibuang ke Sungai

loading...
LANGSA - Teka-teka pembunuhan atas seekor gajah di kawasan pedalaman Aceh Tamiang di lokasi PT MPLI Desa Kaloi, Tamiang Hulu, akhirnya terkuak berkat kerja keras aktivis peduli lingkungan. Pembunuhan gajah yang gadingnya hilang itu, terjadi pada 27 April 2010 lalu.

Gajah tersebut dihabisi denga cara diracun. Setelah tubuhnya dipotong dua, lalu ditarik dengan mobil untuk dibuang ke sungai. Liasson Suvervisor Officer (LSO) Yayasan Leuser International (YLI) Aceh Timur, Bakhtiar, Jumat (7/5) mengatakan, pekerja yang melihat aksi tersebut takut memberi keteragan.

Namun sebagai bukti awal pihakya menemukan pecahan gading gajah yang dibuat untuk mainan gelang. “Informasi ini kami terima dari kawan-kawan LSM Tamiang Peduli (Tape), kita akan cek terus semua tentang perkembangan dibunuhya gajah ini,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau kepada warga untuk tidak membunuh atau memburu gajah liar, karena bisa menjadi ancaman yang mematikan seperti konflik satwa dan menusia yang terjadi belakangan ini. Beberapa waktu lalu, sejumlah anggota Polhut Aceh Timur, juga menerima informasi tentang ditemukan bangkai gajah di Birem Bayeun, yang mati karena ditembak.

Sebelumnya diberitakan, perburuan gading gajah makin marak saja. Satu ekor gajah—diduga sengaja diracun oleh pemburu gading—ditemukan terbunuh, Rabu (5/5) pagi, oleh warga di lokasi PT MPLI Desa Kaloi, Tamiang Hulu, Aceh Tamiang. Jasad gajah itu ternyata tak lagi dilengkapi gading. Di sana juga ditemukan satu botol racun.

Sementara di kawasan Peunaroen, Aceh Timur, warga takut tinggal di rumah akibat gajah liar terus mengamuk.(is)
Diberdayakan oleh Blogger.