Header Ads

Dijadikan Kebun Sawit 7.000 Hektare Lahan KEL belum Dikembalikan

loading...
KUALA SIMPANG – Seluas 7.000 hektare hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Kabupaten Aceh Tamiang dirambah dan dijadikan kebun sawit oleh perusahaan dan perorangan. Sampai sekarang kebun tersebut belum diserahkan kepada Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) walaupun BPKEL telah melakukan pengukuran ulang beberapa lahan perkebunan. Staf Bidang Konservasi Badan Pengelola Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL), Rudi H Putra, kepada Serambi, Rabu (7/4) mengatakan, kawasan KEL yang dijadikan kebun kelapa sawit seluas 15.000 hektare. Dari luas tersebut 5.000 hektare di antaranya telah di serahkan ke BPKEL. Dan sekitar 7.000 hektare yang belum diukur kembali sesuai HGU yang dimiliki perusahaan serta sisanya dalam tahap pengukuran.

Dalam waktu dekat perusahaan perkebunan PT Pati Sari Nilam Wangi, PT Darmasawita dan milik perorangan, Sukia dan Edi akan diukur ulang luas kebun mereka sesuai dengan HGU yang dimiliki. Dari keempat pemilik tersebut luas lahan mereka yang masuk dalam kawasan KEL seluas 700 hektare. Selanjutnya, lahan milik PT Tenggulun Raya, mereka sudah menyampaikan surat berkaitandengan proses izin HGU yang ada izinnya. “Luas lahan yang dipermasalahkan tidak ada HGUnya seluas 400 hektare dan mereka sudah pastikan pengukuran ulang,” ujarnya.

Dikatakannya, pengalihan hutan menjadi kebun menyebabkan terjadinya kerusakan yang parah pada ekosistem serta rawan bencana alam. “Kawasan hulu Tamiang sedikit hujan saja, air sudah meningkat drastis. Serta kawasan tertentu mengalami kekeringan pada musim kemarau akibat banyak mata air yang mati,” sebutnya. Di samping itu menyebabkan rusaknya koridor satwa sehingga menimbulkan konflik manusia dan satwa liar. “Begitu juga dengan sumber ekonomi warga sekitar hutan juga hancur sehingga sebagian besar warga di sekitar hutan tetap miskin karena tidak ada lahan yang layak, semuanya masuk dalam peta rawan bencana,” sebut Rudi lagi.(md)

Sumber : Serambi Indonesia, 10 April 2010
Diberdayakan oleh Blogger.