Header Ads

Masyarakat Wonosari Resah, Lahan Garapan diduga Dicaplok PA

loading...
Sekitar 100 Ha lahan garapan masyarakat Kampung Wonosari Kecamatan Tamiang Hulu Aceh Tamiang diduga telah diserobot oleh oknum yang mengatasnamakan Partai Aceh (PA) wilayah Tamiang Hulu. Lahan yang terletak di kawasan Bukit Dinding (Bukit Mas) bersebelahan dengan HGU PT. SInar Kaloy Perkasa Indo (SKPI) merupakan areal lama (1992 dicadangkan untuk hutan rakyat (HR) oleh masyarakat Kaloy.

Bahkan dalam rangka menguasai dan untuk mengusahakan lahan tersebut masyarakat Kaloy telah mengajukan surat pemberitahuan hutan rakyat kepada Muspika, Bupati, DPRK setempat, dan dinas yang terkait melalui kelompok tani, kata Direktur Eksekutif LembahTari Sayed Zainal M, SH kepada wartawan koran ini. Ditambahkannya, sejak Mei 2009, kelompok yang mengatasnamakan Partai Aceh (PA) yang dikoordinir oleh Mahmud (caleg PA yang kalah pemilu, red) bersama warga pendatang lainnya (di luar Desa Wonosari, red) telah melakukan pengkaplingan lahan, berikut pemasangan bendera PA, serta menebas lahan yang digarap masyarakat Wonosari.

Dengan adanya hal itu, lanjut Sayed Zainal, masyarakat bersama dirinya (Sayed Zainal, SH) telah berulang kali mencoba melakukan pertemuan secara kekeluargaan dengan Mahmud (40) warga Babo Kecamatan Bandar Pusaka. Namun itikad baik warga Wonosari tidak ditanggapi oleh pihak yang mengatasnamakan Partai Aceh itu. “Dicoba untuk melakukan pertemuan yang kedua antara warga Wonosari dengan PA yang dimediasikan oleh LembahTari dan Yayasan SEEP, yakni pada tanggal 6 Agustus 2009 lalu, ternyata pihak PA dan Mahmud tidak mau hadir. Padahal pertemuan itu telah disepakati 15 hari sebelumnya,” jelas Sayed Zainal. Sayed memberitahukan, penggarapan dan ingin menguasai terhadap lahan tersebut ternyata hingga kini masih terus dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan PA.

Berdasarkan dari keterangan di atas, kata Sayed Zainal, pihaknya (LembahTari) khawatir potensi konflik antara masyarakat Desa Wonosari dengan kelompok mengatasnamakan PA yang dikoordinir Mahmud itu akan berkepanjangan, serta bias menjadi tindakan yang mengarah kepada perbuatan anarkis, sebab masyarakat Wonosari jiwanya kini merasa terancam dan terimidasi. “Dengan adanya persoalan itu, saya berharap bapak Dandim 0104 Aceh Timur, Kapolres Aceh Tamiang, Camat Tamiang Hulu, Danramil Tamiang Hulu, dan Kapolsek Tamiang Hulu dapat meringankan langkah turun ke lapangan untuk bisa menyelesaikan penguasaan lahan garapan masyarakat Wonosari yang dicaplok oleh orang-orang mengatasnamakan PA tersebut,” pinta Sayed Zainal.**

Sumber : Tamiang Pos Edisi I Minggu III, Agustus 2009.
Diberdayakan oleh Blogger.