Header Ads

Socfindo Cemari Lingkungan

loading...
ACEH TAMIANG-Masyarakat Kampung Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, kini dilanda keresahan. Pasalnya, asap hitam yang keluar dari cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS). PT. Socpindo di kampung setempat, telah mencemari lingkungan penduduk sekitarnya.

Asap hitam yang keluar dari cerobong PKS tersebut telah meresahkan masyarakat setempat. Selain udara yang dihirup sudah tidak sehat lagi, asap yang mengeluarkan debu berwarnah hitam itu juga menerpa pakaian yang dijemur warga setempat, kata Datuk Penghulu Kampung Sungai Liput Ikhwansyah kepada koran ini, Selasa (18/5).

Keresahan masyarakat Sungai Liput terhadap asap yang keluar dari cerobong PKS PT. Sopindo tersebut, tambah Ikhwansyah, sudah beberapa kali disampaikan secara tertulis kepada Dinas Lingkungan Hidup setempat. Bahkan keresahan tersebut sudah pernah dilakukan petemuan antara pihak perusahaan dangan muspika setempat.

Pada tanggal 16 Maret 2009 muspika setempat telah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan untuk membahas masalah ini. PT. Socpindo berjanji akan segera memperbaiki kerusakan cerobong PKS. Ternyata hingga kini perbaikan tersebut tidak juga dilakukan. Kami khawatir, bila keresahan ini tidak segera ditanggapi, bisa menimbulkan kemarahan masyarakat setempat, terang Ikhwansyah.

Dengan adanya persoalan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Standarisasi, Penaatan dan Pengendalian Lingkungan BLH Aceh Tamiang Sayed Mahdi, SP ditemui koran ini, Selasa (18/5), di ruang kerjanya membenarkan masyarakat telah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait asap PKS PT. Socpindo tersebut.

Keluh kesah masyarakat Sungai Liput terjait masalah tersebut sudah kami (Dinas Lingkungan Hidup, red) bersama Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, red) tindak lanjuti. Selasa lalu (12/5), bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah anggota DPRD setempat, melakukan peninjauan secara langsung ke PT tersebut, terang Sayed Mahdi.

Sayed Mahdi menambahkan, dalam peninjuan di PT tersebut, Ketua Komisi D DPRD Aceh Tamiang Zainal Arifin melakukan pertemuan dialog dengan pihak PT. Socfindo mengenai pencemaran lingkungan di sekitar lokasi PT. Socfindo. Dalam pertemuan tersebut, lanjut Sayed Mahdi, PT. Socfindo mengakui bahwa asap bercapur debu warna hitam itu disebabkan karena terjadinya kebocoran pada bioler. Bahkan Pihak perusahaan berjanji dalam waktu tiga bulan kerusakan sudah selesai diatasi.

Zainal Arifin pada kesempatan itu meminta kepada pihak PT. Socfindo untuk lebih memperhatikan lingkungan pada masyarakat sekitarnya. Sementara itu T. Insyafuddin dari Komisi A DPRD setempat meminta kepada pihak perusahaan untuk dapat membuat pernyataan secara tertulis menyangkut dengan penanggulangan pencemaran lingkungan yang akan dilakukan PT. Socfindo, jelas Sayed Mahdi.

Menyangkut persoalan tersebut, pemantauan secara internal terhadap PT. Socfindo pada semester dua, sudah dilakukan pada November 2008 lalu. Namun hingga kini pihak PT. Socfindo belum ada memberi laporan hasil uji laboratorium kepada BLH Aceh Tamiang. 

Pihaknya mengharapkan pihak PT. Socfindo dapat melaksanakan kewajibannya menyampikan laporannya kepada instansi yang berwenang. Kemudian segera memperbaiki boiler yang rusak tersebut, agar masyarakat disekitar lokasi pabrik tidak merasa terzalimi oleh PT. Socfindo. Bahkan PT tersebut bisa memberikan Coorporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar lokasi PKS. ujar Sayed Mahdi menyarankan. (sut)

Sumber : Harian Rakyat Aceh, 19 Mei 2009.
Diberdayakan oleh Blogger.