Header Ads

Atasi Pencemaran Udara Jalan Tamiang Dihijaukan

loading...
KUALA SIMPANG - Untuk mengatasi meningkatnya polusi udara, Pemkab Aceh Tamiang bekerjasama dengan Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (Ipkindo) Tamiang menanam seribuan pohon mohoni di sepanjang jalan negara Medan-Banda Aceh mulai dari perbatasan Aceh-Sumatra Utara sampai ke Kecamatan Karang Baru.

Ketua DPD Ipkindo Aceh Tamiang, Bustami SHut kepada Serambi, Minggu (7/6) mengatakan, untuk mengatasi meningkatnya polusi udara pihak Ipkindo Tamiang telah penyerahkan bantuan 1.000 bibit mahoni kepada Badan Lingkungan Hidup Pemkab Aceh Tamiang. “Bantuan bibit tersebut diserahkan pada peringatan hari lingkungan hidup se dunia sebagai wujud kepedulian Ipkindo terhadap kelestarian lingkungan karena kerusakan lingkungan telah menjadi isu global,” ujarnya.

Kabid Standarisasi Pendataan dan Pengendalian Lingkungan BLH dan Kebersihan Aceh Tamiang, Sayed Mahdi SP mengatakan, selain dari Ipkindo pihaknya juga menerima bantuan peduli terhadap lingkungan dari Bank BNI Cabang Pembantu Kualasimpang, Lembaga Bina Arsitektur Madani (Le’bam) dan LSM LembahTari. “Kita berharap pada tahun mendatang lebih banyak lagi lembaga yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, termasuk perusahaan dan industri yang beroperasi di Aceh Tamiang agar lebih peka dalam menyikapi permasalahan lingkungan hidup,” ujarnya.

Rencananya, seribuan pohon hasil sumbangan pihak ketiga tersebut akan di tanam di sepanjang pinggir jalan Medan-Banda Aceh mulai dari perbatasan masuk Aceh sampai ke Kecamatan Karang Baru. Penanaman tersebut tak lain, untuk mengatasi polusi udara, selain untuk keindahan. Dari segi fungsi, pohon sangat dibutuhkan untuk estetika dan persediaan sumber daya air.

Menanam pohon yang dilakukan pihaknya tetap mempertimbangkan tata nilai lingkungan, ekonomi dan keindahan, sehingga fungsi pohon sebagai paru-paru kota bisa optimal. “Cukup banyak polusi udara yang dikeluarkan kendaraan setiap harinya, bila penanaman pohon hanya fokus di beberapa tempat saja tentu, polusi udara tidak bisa teratasi. Karenanya, dengan menanam pohon di semua penjuru termasuk di sepanjang jalan Medan-Banda Aceh keindahan dan penurunan pencemaran udara cepat terlaksana,” katanya.

Selain melakukan penanaman pohon, pihaknya juga memikirkan bagaimana pemeliharaannya. Jangan sampai pohon tersebut baru beberapa hari ditanam namun esoknya sudah ditebang. “Warga juga harus terlibat aktif memelihara dan mengawasi, kesadaran mereka harus ditingkatkan, karena dengan banyaknya pohon di Tamiang akan menjaga kualitas udaranya. Dan iklim yang sehat akan berimbas pada unggulnya sumber daya manusia,” ujarnya.

Pertamina Peduli Lingkungan Selain beberapa LSM, perusahaan minyak negara PT Pertamina EP Field Rantau Aceh Tamiang juga melakukan aksi cinta lingkungan. Kepala HSE Pertamina Rantau, Helmi Fadillah Lubis memaparkan sejumlah aksi cinta lingkungan berupa penghijauan fasilitas produksi dengan tanaman keras dan tanaman buah dan bantuan 160 bibit tanaman untuk seluruh desa di Kecamatan Rantau. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Persatuan Wanita Patra (PWP) Field Rantau melalui camat dan tim penggerak PKK Kecamatan. “Pada kesempatan yang sama dilakukan juga launching pupuk kompos yang dihasilkan dari sampah rumah tangga dan perkantoran komplek Pertamina Rantau serta kampanye lingkungan melalui spanduk, stiker dan lomba cipta tema hari lingkungan hidup,” ujar Helmi.(md)

Dikutip dari : Harian Serambi Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.